Nilai-Nilai Kebangsaan di Masyarakat Mulai Luntur


Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra mengatakan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat dewasa ini mulai luntur. Sikap dan prilaku sebagian masyarakat sudah tidak mencerminkan nilai-nilai kegotongroyongan dan keadaban sebagaimana ciri masyarakat Pancasilais.


Irham Jafar mengatakan hal tersebut saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (UUD ’45, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) di Rumah Aspirasi Isham Jafar, Kelurahan Kotabumi Tengah, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, 12 Maret lalu.


Hadir dalam sosialisasi tersebut Kapt. Inf. Ali Sutato (Perwira Seksi Teritorial Kodim 0412/ Lampung Utara), Lurah Kotabumi Tengah Shodri Achmad, dan tokoh-tokoh masyarakat Kotabumi.


Menurut Irham, pergeseran nilai tersebut sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang pesat belakangan ini. “Sayangnya banyak orang tidak bijak dalam menggunakan media sosial. Misalnya, main terima mentah-mentah informasi yang belum pasti kebenarannya,” ujar Irham.


Oleh sebab itu, nilai-nilai kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) perlu terus disosialisasikan. Ini untuk menajamkan kembali nilai-nilainya di tengah masyarakat. 


Pasiter Kodim 0412/Lampung Utara, Kapt. Inf. Ali Sutato, yang juga tampil sebagai narasumber mengamini pernyataan Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra. “Sopan-santun anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu,” kata Ali Sutato.


Itu di antaranya terjadi karena anak-anak sekarang mulai SD sampai SMA tidak lagi mendapat pelajaran PMP dan budi pekerti. Hilangnya mata pelajaran ini punya dampak-dampak serius.


Masyarakat alergi terhadap Pancasila, lunturnya jiwa nasionalisme, menjamurnya KKN, porno-aksi, serta meningkatnya aksi terorisme dan radikalisme. “Dampak-dampak buruk ini harus ditangkal. Salah satunya dengan menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” ujar Ali Sutato. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama